Saat menyerahkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu di pendapa Kecamatan Sluke, Selasa (28/4/2020),Bupati berharap Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan para Kepala Desa bisa memberikan edukasi dan dorongan kedisiplinan kepada masyarakat. Kedisiplinan yang dimaksud adalah dalam memakai masker saat keluar rumah, jaga jarak dan sering mencuci tangan.

Meskipun di Sluke tidak ditemukan kasus positif Covid-19, kedisiplinan itu harus tetap dijaga. Bupati tak ingin di Sluke atau Rembang seperti negara- negara yang jumlah kasus kematian akibat virus corona mengerikan, seperti Amerika, Italy maupun Ekuador.

” Di Italy, Spanyol, di Amerika, manusia sudah tidak ada nilainya. Karena apa ? Karena kuwalahan menanggulangi virus corona, sehari disana meninggal 400, 500 sampai 1000, kemarin di ekuador bayangkan sepanjang jalan orang tua, anak- anak bergelimpangan meninggal, kalau melihat itu miris sekali. Setelah diteliti masyarakat disana tidak disiplin dalam menerapkan SOP nya, ” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati mencontohkan negara Vietnam yang masyarakatnya menerapkan protokol kesehatan. Di sana penyebaran virus covid-19 dapat ditekan, kematian karena virus inipun masih 0.

Dilansir Worldometer, hingga hari Sabtu (25/4/2020), jumlah kasus infeksi Covid-19 yang telah dilaporkan di Vietnam mencapai 270 kasus. Dari jumlah tersebut, 220 pasien telah dinyatakan sembuh.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyalurkan bantuan ribuan masker kain gratis ke wilayah Kecamatan Sluke. Masker di serahkan ke masing- masing Kades untuk kemudian dibagikan ke warga desa.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: