Desa Banyuurip Kecamatan Gunem menyerahkan Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari dana desa (BLT-DD) kepada 39 kepala keluarga di balai desa setempat, Sabtu (16/5) sore. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz didampingi dinas terkait dan Kepala Desa setempat.

Bupati mengatakan, pemerintah sadar, pembatasan aktivitas warga berdampak pada kondisi sosial dan perekonomiannya. Oleh karena itu pemerintah memberi bantuan berupa BLT itu agar perekonomian warga bisa terbantu.

Bantuan dari pemerintah sebenarnya berasal dari berbagai sumber. Seperti desa, Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, hingga Kementrian Sosial. Namun warga hanya diperbolehkan untuk mendapat bantuan dari satu sumber, tidak bisa lebih.

Bupati mengapresiasi desa Banyuurip yang telah menyelesaikan pengurusan semua bantuan di desanya dari berbagai sumber. Bahkan Dana Desanya hanya sebesar 8 persen saja yang terpakai untuk memberikan BLT kepada warga yang terdampak covid-19.

“Bantuan dari pemerintah itu sumbernya banyak, ada yang dari pemerintah daerah, dari desa, dari provinsi dan kementrian sosial. Mohon untuk dipahami bahwa yang dapat bantuan itu dari salah satu sumber, tidak boleh dari dua sumber. Dana desa Banyuurip ini hanya terpakai 8 persen, padahal ketentuannya sampai 25 persen, ” jelasnya

Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip Suwarno Dharma Mihardja menyebutkan, jumlah Kepala Keluarga yang mendapat PKH di desanya sebanyak 124 KK, bantuan BPNT sebanyak 70 KK, Bantuan Sosial Tunai ada 43 KK, Bantuan Sosial Pangan 32 KK, dan BLT ada 39 KK. Sedangkan yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali atau tergolong mampu ada 75 KK.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: