Berbagai cara dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Rembang untuk mensosialisasikan tentang virus Corona. Salah satunya melalui film pendek yang dibuat oleh Pokja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan.

Film berjudul ODP Covid-19 itu berdurasi kurang lebih 12 menit. Pegawai dari Puskesmas Rembang 2, Bidan dan Lantip Abdullah pemuda Desa Mondoteko pun ikut beradu akting dalam film ini.

Film tersebut menceritakan bagaimana warga yang salah paham tentang status Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang disandang Lantip. Dimana seorang mahasiswa yang bernama Lantip pulang kampung setelah kampusnya yang berada di luar kota menghentikan perkuliahan untuk mencegah penyebaran virus yang diduga berasal dari Wuhan Cina itu.

Setelah tiba di Rembang, Lantip langsung menghubungi Hotline Puskesmas untuk mendapatkan petunjuk bagaimana prosedur yang harus dilakukan setelah menjadi Pelaku Perjalanan. Selanjutnya Lantip melakukan karantina mandiri selama 14 hari, dan di tengah karantina Ia mengalami sakit batuk dan flu sehingga statusnya naik menjadi ODP.

Di lingkungan rumahnya, Ibu- ibu saat berbelanja di pedagang keliling kemudian membicarakan Lantip , bahkan diisukan positif corona. Bahkan sempat keluar omongan untuk mengusir Lantip karena ketakutan jika tertular.

Beruntung Bidan Desa dan Pegawai Puskesmas Lewat dan akhirnya menjelaskan kepada Ibu- ibu tersebut tentang status Lantip yang ODP bukan positif Covid-19. Setelah mendapatkan penjelasan akhirnya ibu- ibu tersebut menjadi paham dan tidak panik lagi.

Sarwoko Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Senin (20/4/2020) mengatakan ide film ODP Covid-19 tercetus karena masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui beberapa status seseorang terkait adanya virus corona. Salah satunya dengan status ODP yang jika dilihat dari jumlah cukup banyak.

” ODP inikan karantina mandiri dan itukan diawasi oleh puskesmas , kadang- kadang kita rame- rame di puskesmas atau datang bersama tim survei dari puskesmas itu keluarga dan warga kelihatannya takut. Nah kita ingin dengan kondisi ODP itu tidak harus warga ketakutan, tapi harus mengerti bahwa itu bagian dari prosedur yang harus diberlakukan, meskipun ODP ini baru terduga belum tentu positif covid-19, ” ungkapnya.

Setelah disebarluaskannya film tersebut Ia berharap selain meningkatnya kewaspadaan masyarakat untuk pencegahan virus Covid-19 , mereka tidak terlalu panik karena telah mengetahui apa itu ODP.

Dari pantauan di lapangan memang sebagian masyarakat mengira jika PDP ataupun ODP adalah pasien positif corona.

Film yang dibuat selama seminggu itu sudah bisa ditonton di channel youtube Prokopimda Setda Rembang. Selamat menyaksikan, ssmoga dapat memberikan pemahaman kita bersama terkait Covid-19.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: