Kabupaten Rembang Rabu (1/4/2020) bisa dikatakan hujan disinfektan. Pasalnya mulai dari Pemkab Rembang, BUMD hingga desa- desa secara serentak melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Kegiatan tersebut dimulai dengan pemberangkatan Tim yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dari halaman Rumah Dinas Bupati Rembang. Tim tersebut menyasar pasar desa Tambakagung (Kecamatan Kaliori), pasar desa Warugunung (Kecamatan Bulu), pasar desa Sulang (Kecamatan Sulang),
pasar desa Kedungasem dan pasar desa Krikilan (Kecamatan Sumber).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz, saat apel pemberangkatan mengatakan dilakukannya penyemprotan pasar tradisional sebagai bagian dari penanganan Virus Covid-19.

“Indikator ini kita lakukan sebagai bentuk kesungguhan kita di dalam menangani penyebaran penyakit corona,” imbuhnya.

Bupati menambahkan mengingat umur semprotan bertahan 72 jam, sehingga kegiatan yang sama akan diulangi lagi 3 hari berikutnya sampai berakhirnya darurat covid-19.

“O terus ini semuanya nanti. Jadi, besuk rencana ke Sedan, ke Sale, ke Lasem dan besuknya lagi. Biar nggak putus. Jadi, 3 kendaraan ini dari BPBD, dari PDAM, dari Damkar, ini kita operasikan tiap hari. Kita operasikan tiap hari untuk bergilir. Sehingga tidak ada wilayah yang tidak kena semprotan ini, ” bebernya.

Bupati menjelaskan kegiatan penyemprotan dilakukan secara masif. Sehingga pada hari yang sama, di semua desa di wilayah Kabupaten Rembang, secara massal melakukan penyemprotan, dimana anggarannya diambilkan melalui Dana Desa.

Penyemprotan disinfektan dilakukan juga lembaga masyarakat. Sedangkan kepada pemilik pertokoan diminta untuk menyediakan tempat cuci tangan beserta sabunnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: